Perumahan Bumi Jati Elok: Hunian Elok Lokasi Strategis

Perumahan Bumi Jati Elok: Hunian strategis lokasi nan elok
Perumahan Bumi Jati Elok: Hunian strategis lokasi nan elok

Informasi lengkapi kunjungi blok kami: http://bisnis-porbje.blogspot.com/

Jangan Sembarang Pilih Perumahan


Rabu, 4 Maret 2009 | 14:55 WIB

MENCARI dan memilih perumahan seperti halnya mencari jodoh. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan ketika memilih lokasinya.
 
Generasi tua suku Jawa sering kali menyamakan rumah dengan “pulung”, yakni anugerah bagi mereka yang memang berjodoh. Menurut kepercayaan mereka, orang yang membeli rumah, baik rumah baru maupun second, berarti mendapat “pulung”.
 
Untuk bisa membeli rumah pun harus ada usaha tertentu dari orang yang bersangkutan karena rumah tidak tersedia begitu saja bagi mereka yang mampu membelinya.
 
Banyak pilihan
Karena membeli rumah harus “cocok” dengan pembeli, maka Anda yang berkehendak membeli rumah tentunya akan mencari rumah yang “cocok” dengan Anda.
 
Saat ini ada banyak sekali rumah yang ditawarkan penjual, baik yang berada di dalam kompleks perumahan, maupun di luar kompleks perumahan. Rumah-rumah itu ditawarkan oleh banyak pihak, antara lain pengembang perumahan itu sendiri, broker properti, dan orang yang akan menjual rumahnya.
 
Melihat fungsi rumah sebagai tempat berlindung dan ditinggali selamanya, maka memilih rumah harus dilakukan dengan langkah hati-hati dan bijak. Dengan tawaran yang beragam, pilihan Anda menjadi lebih luas.
 
Dalam memilih rumah di perumahan, yang perlu diingat adalah faktor lokasi sebagai faktor utama dalam memilih rumah. Setelah mendapatkan lokasinya, baru Anda menentukan perumahan mana yang akan Anda pilih.
 
Agar tidak salah langkah dalam memilih perumahan, berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilihnya.

1. Lihat siapa pengembangnya
Rumah sebagai unit properti—khususnya yang dibeli dengan kredit—akan melibatkan komitmen jangka panjang. Di sinilah unsur kepercayaan berperan penting dalam bisnis peroperti. Ketika Anda menyerahkan uang tanda “jadi” dan uang muka, berarti Anda percaya bahwa pengembang akan menjaga kepercayaan Anda.
 
Maka pertimbangkan pengembang yang bisa dipercaya ketika memilih unit properti di sebuah lokasi. Caranya? Cari informasi apakah pengembang yang bersangkutan dapat tepat waktu dalam membangun dan menyerahkan produknya (rumah) dalam proyek sebelumnya. Kalau perlu Anda mengecek apakah pengembang tersebut mempunyai cacat atau tidak dalam memenuhi janji pada saat serah terima rumah. Hal ini penting mengingat banyaknya pengembang yang melakukan wanprestasi. Dalam beberapa kasus hukum juga terjadi bahwa pengembang tidak kunjung membangun rumah.
 
2. Lihat tema dan masterplan proyek perumahan
Dengan simulasi komputer, Anda dapat melihat brosur yang disodorkan pengembang dengan visualisasi yang dapat menggambarkan tema dan masterplan perumahan itu. Keduanya merupakan identitas proyek perumahan. Kalau tema dan masterplan-nya adalah kota taman, maka di lokasi itu tentunya tidak dibangun kawasan industri.
 
Pembangunan kawasan industri di sebuah wilayah mungkin akan membuat wilayah tersebut menjadi bising, tetapi peluang bisnisnya besar kalau harga properti di wilayah tersebut meningkat. Di sisi lain, kota taman mungkin menawarkan lingkungan hunian yang tenang, tetapi harga propertinya mungkin juga akan “tenang-tenang” saja. Oleh karena itu, cari lokasi yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
 
3. Bagaimana suplai air bersihnya
Masalah air bersih di Jakarta dan kota besar lain tetap menjadi persoalan klasik. Hingga kini, masalah tersebut belum terpecahkan, meskipun telah ada perusahaan air minum daerah (PDAM), beberapa di antaranya bekerja sama dengan perusahaan asing.
 
Pasokan air bersih ke rumah warga sering tersendat, bahkan macet sama sekali. Kualitas air juga menjadi bahan keluhan. Dalam hal ini, air sumur tampak menjadi solusi. Alasannya, air sumur bisa dibilang gratis, di luar ongkos listrik untuk pompanya. Namun, tidak selamanya air sumur baik. Kini, semakin sering, kita mendengar bahwa air sumur terkontaminasi air laut atau limbah industri. Kalau dikonsumsi selama bertahun-tahun bisa mengganggu kesehatan.
 
Untuk itu, Anda harus menanyakan kepada pengembang, bagaimana pasokan air bersih di lokasi perumahan miliknya; apakah menggunakan air sumur atau air dari PDAM. Kemudian, jangan lupa tanyakan juga kepada tetangga sebelah, bagaimana kualitas air minumnya.
 
4. Kelengkapan fasilitas
Pada umumnya rumah di kompleks perumahan ditawarkan bersamaan dengan berbagai fasilitas umum dan fasilitas sosial, seperti kolam renang, penampungan air, jaringan listrik, telepon, alat pemadam kebakaran, pengelolaan air limbah (sewage treatment plan), sarana ibadah, dan tempat kesehatan.
 
Fasilitas itu memenuhi kebutuhan konsumen akan fungsi rumah dan juga gaya hidup. Pemilihan yang seksama tentang tingkat ketersediaan fasilitas akan memberikan peluang lebih besar untuk memperoleh capital gain. Umumnya, pengembang menghindari pembangunan fasilitas lengkap sejak awal karena berpotensi merugikan pengembang dengan mengeluarkan biaya tinggi di awal, dan kalau ada resesi biaya tersebut tidak kembali. Fasilitas yang lengkap sejak awal membuat pembeli membayar lebih besar.
 
Pembangunan fasilitas yang bertahap akan meningkatkan nilai properti sesuai dengan tingkat pengembangan fasilitasnya dan memberikan manfaat kepada pembeli pertama. Dengan kata lain, fasilitas yang belum lengkap dapat memberi peluang kenaikan harga rumah. Namun, faktanya menunjukkan bahwa banyak pengembang yang mengingkari janji untuk membangun fasilitas.

5. Kualitas
Tanpa adanya lembaga standardisasi seperti di negara maju, maka unit properti bisa dibangun dengan kualitas yang berbeda. Konon inilah salah satu kendala yang membuat bisnis efek beragun mortgage (mortgage-based securitization) sulit berkembang di Indonesia.
 
Dalam kaitan ini, maka penting bagi calon pembeli rumah untuk mempertimbangkan aspek kualitas, baik kualitas fisik rumah, jalan, maupun lingkungan.

6. Lihat apakah pengembang menjalankan divisi manajemen estate (ME)
Selain membangun fasilitas, kondisi fisik lingkungan dapat juga memengaruhi nilai jual rumah di kemudian hari. Oleh karena itu, cari informasi mengenai rencana pengembang jangka panjang terhadap kawasan yang dikembangkan. Kantong-kantong lahan kosong harus dijaga agar tidak tiba-tiba berkembang menjadi daerah kumuh karena pengembangan yang tidak disiplin.
 
Bagaimana langkah dan upaya pengembang agar harga rumah di kompleks tersebut tidak akan jatuh di kemudian hari, misalnya karena pemburukan lingkungan dan lain-lain. Hal ini bisa dilihat dari seberapa bagus divisi manajemen estate yang mengelola masalah-masalah, seperti sampah, fasilitas, dan asosiasi pemilik.
 
7. Partisipasi warga
Meski bukan jaminan, kerja sama antarwarga dapat membuat sebuah kompleks perumahan lebih nyaman dan aman dihuni. Oleh karena itu, pada umumnya pengembang menggalakkan partisipasi pemukim untuk berperan serta dalam menangani kebutuhan lingkungan. Misalnya, mendukung dibentuknya home owner association, seperti RT dan RW di perkampungan yang nantinya akan menangani masalah yang ada di dalam perumahan secara swadaya. Namun, kadang-kadang, upaya mobilisasi yang diprakarsai pengembang tidak berjalan baik.
 
Kalau Anda sudah mengetahui kondisi lingkungan sebuah perumahan dan memutuskan untuk membeli rumah di wilayah itu, yakinkan Anda juga melihat pilihan perumahan lain yang ada di wilayah tersebut.
 
Jika ingin mengeluarkan dana Rp 200 juta untuk sebuah rumah, lihat juga rumah yang ditawarkan lebih mahal yang ada di sekitarnya. Banyak perumahan dijual dengan harga di bawah harga permintaan. Bisa jadi Anda mungkin mampu mengeluarkan sedikit uang lagi untuk mendapatkan fasilitas yang jauh lebih tinggi nilainya.
 
Jika Anda mencari rumah dengan bantuan pialang properti, yakinkan Anda tidak mengabaikan rumah-rumah yang dijual oleh pemilik langsung (yang tidak dijual oleh agen/broker properti tersebut). Jika tidak, Anda mungkin kehilangan peluang memperoleh properti yang bagus. * (Oleh Jaka Eko Cahyono – Wartawan dan penulis buku)

Dapatkan artikel ini di URL:
http://www.kompasm.com/read/xml/2009/03/04/14554224/jangan.sembarang.pilih.perumahan.

Langkah Memilih Pengisi Ruangan

Mengisi rumah baru dengan berbagai furnitur kerapkali menjadi kegiatan yang mengasyikkan. Mulai dari proses “berburu” mencari furnitur-furnitur dengan desain yang unik, memilah hingga akhirnya menatanya di istana pribadi.

Saking larutnya, tak jarang berburu furnitur ini berimbas pada biaya yang membengkak dan membeli barang-barang yang ternyata tidak terlalu dibutuhkan.  Ujung-ujungnya, ketika diletakkan di rumah justru mempersempit ruang gerak dalam rumah dan ruangan terlihat terlalu penuh. Esensi untuk menampilkan keindahan dari desain furnitur tentu saja tidak tercapai.

Untuk lebih mudahnya, selain memerhatikan desain agar selaras dengan arsitektur rumah atau sesuai dengan gaya yang ingin ditampilkan, pembelian furnitur ini bisa dilakukan dengan mengikuti tiga tahap.

Yang utama adalah menentukan furnitur utama dalam sebuah ruang, sesuai dengan fungsi ruangan tersebut. Sebagai contoh, untuk ruang keluarga yang juga hendak digunakan sebagai area hiburan akan membutuhkan beberapa furnitur seperti sofa, rak televisi yang sekaligus memiliki fungsi untuk menyimpan koleksi film, musik, maupun barang-barang elektronik lainnya. Tidak ketinggalan pula meja kecil untuk meletakkan gelas atau kudapan yang sekiranya akan menemani saat-saat beristirahat di ruang ini.

Jika furnitur utama dalam ruang sudah terpenuhi, sementara masih ada sisa ruang, barulah ditambahkan furnitur aksen yang akan semakin mengangkat estetika ruangan. Furnitur aksen ini dapat berupa meja buffet yang diletakkan di sudut ruangan. Tentu saja, desain furnitur aksen ini harus selaras ketika disandingkan dengan furnitur lainnya secara keseluruhan dalam ruangan.

Jika ruangan sudah mulai terisi, mulailah mendandaninya dengan pernak-pernik unik yang senada dengan tema ruangan untuk semakin mempercantik tampilan tata ruang. Pernak-pernik ini dapat berupa aksesori meja seperti hiasan lilin, pigura foto dengan desain unik, atau suvenir-suvenir  yang anda peroleh saat melancong ke berbagai tempat. Jika ingin mengangkat satu tema desain, usahakan agar pernak-pernik ini pun memiliki nafas yang sama dengan tema desain ruangan.

Selain itu, bisa juga mengisi dinding  yang kosong dengan lukisan atau artwork lainnya untuk memberi “jiwa” pada ruangan. Proporsinya pun tetap harus diperhatikan, agar ruangan tidak terkesan penuh. Tidak masalah jika hanya ingin menghadirkan  satu atau dua buah saja, namun terlihat harmonis dan mampu menjadi pengangkat tema yang tepat. Kain bermotif etnik, misalnya yang digantung di salah satu sudut dinding sudah mampu memberikan sentuhan tersendiri dalam sebuah ruangan. ADT/Kompas/16/01/2009.

Menata Taman Mungil

Bagi anda yang Taman minimalis sebaiknya menonjolkan aksen mempunyai sebidang lahan kecil di depan rumah dan hendak membuatnya menjadi taman, anda bisa menggunakan beberapa cara berikut ini.

Untuk membuat taman minimalis, ada beberapa karakteristik yang perlu diperhatikan. Bagunan gaya minimalis umumnya bertingkat dengan bentuk kotak atau geometris. Bentuk ini menyembulkan kesan tegas dan kaku. Kehadiran taman diharapkan bisa mengurangi kesan kaku tersebut.

natural dengan material yang tidak terlalu banyak, terutama jika bangunan rumah memiliki jendela ukuran besar. Anda tentu mengetahui pentingnya oksigen dalam sebuah rumah. Kebutuhan oksigen bisa diperoleh dari proses fotosintesis tanaman hijau. Karena itu, perbanyak tanaman hijau di taman minimalis. Oksigen bisa juga diperoleh dari unsur air. Karena itu, menghadirkan kolam plus air terjun atau pancuran, merupakan langkah yang tepat.

Banyak jenis tanaman yang cocok menghuni taman minimalis. Beberapa diantaranya, yakni Caladium Linium, Calathea majestic yang memiliki daun hijau segar, dan Yang liyu, yang kerap menghiasi area tepi kolam.

Untuk jenis tanaman berbunga, anda juga punya banyak pilihan. Sebut saja, kembang merak, alamanda, terompet, melati, dan kemuning. Tak saja indah, bunga kemuning yang mungil namun wangi bisa sekaligus mengharumkan taman anda.

Tak hanya tanaman hias. Tanaman buah pun bisa anda tampilkan pada jenis taman yang satu ini. Tapi ingat, jangan sembarang tanaman buah.

Sebaiknya, pilih pohon bersosok ramping dan tumbuhnya vertical. Contohnya, pohon ceremai, srikaya, dan delima. Tanaman menjulangseperti glogok tiang atau cemara lilin bisa juga menjadi penghias taman.

Tanaman pun bisa di tanam di dalam pot untuk menghemat lahan. Tetapi, anda harus tetap mencermati cara menata pot. Ada ‘rumus’ yang bisa anda terapkan yakni system penataan ganjil atau genap. “Sistem ganjil, misalkan paling depanpot ukuran kecil, serong sedikit letakkan pot ukuran sedang lalu agak besar. Dengan begitu, bentuknya mirip segitiga tapi tidak sama kaki. Bisa juga anda tata pot dalam bentuk segi tiga sama kaki, yaitu dua pot ukuran kecil dan satu ukuran besar. Tidak sulit bukan? (OCH/ Klasika/ Kompas, 23 Jan. 2009)

Cara Jitu Memilih Rak Dapur

Peran rak di dapur begitu vital. Bisa menyimpan aneka perabot, peralatan makan dan memasak, makanan, sembako, bahkan bahan kimia pembersih. Keragaman barang itu jelas membutuhkan tempat penyimpanan yang terpisah. Ini bertujuan agar dapur sebagai tempat mengolah makanan, juga perabotan dan bahan makanan, selalu bersih dan higienis.

Rak dapur harus disesuaikan dengan karakter barang yang akan disimpan agar fungsi rak menjadi optimal. Untuk penempatannya, rak di dalam cabinet di bawah meja dapur lebih sesuai apabila digunakan sebagai tempat penyimpanan perabot atau peralatan memasak dan menyimpan persediaan sembako. Untuk mempermudah akses dan menjaga kebersihannya, rak sebainya mempunyai pintu dan ventilasi.

Lubang ventilasi dapat ditempatkan pada bagian belakang atau samping. Bentuk lubang bisa lingkaran atau kotak. Pilihan bisa sesuai selera dan posisi rak dapur. Yang harus diingat, lubang itu sebaiknya ditutup kawat kasa agar tidak menjadi pintu masuk binatang pengerat atau serangga pengganggu.

Sedangkan rak pada cabinet di atas meja dapur, umumnya difungsikan sebagai tempat menyimpatan peralatan makan seperti piring, cangkir, gelas, dan sendok. Selain itu, cabinet ini juga bisa digunaan sebagai tempat menyimpan bahan makanan yang tidak berat seperti kopi, the, dan gula.

Untuk rak yang tidak memiliki pintu dan bersifat terbuka, sebaiknya dibersihkan secara berkala, karena sangat mudah terkena debu, kotoran, dan minyak. Minimal lakukanlah pembersihan seminggu sekali pada jenis rak ini untuk menghindari rak menjadi kotor dan tidak sehat.

Sebagai tempat menyimpan perangkat dan bahan makanan, pilihan bahan material cabinet berikut raknya harus memenuhi standar keindahan, kebersihan, dan kesehatan. Material yang tepat tidak hanya membuat rak cabinet dapur terlihat cantik, namun juga higienis.

Material rak, bisa saja sama dengan material kitchen set secara keseluruhan. Material yang ditempatkan dalam dapur biasanya sudah sesuai dengan standar sehat, namun untuk rak khusus, seperti rak penyimpan piring, sendok, perabot, serta sembako, sebaiknya dipilih yang “lebih sehat” karena bergesekan langsung dengan barang-barang yang bersentuhan langsung dengan tubuh.

Misalnya, jika pilihan materialnya logam, maka pilihlah yang tidak mudah berkarat atau luntur. Jika materialnya kayu, maka pastikan rak itu tidak mudah lembab demi mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri. Jika plastic, pastikan plastic itu memenuhi standar kesehatan juga. Tidak berbau dan beracun, pastinya. (OCH/ Klasika/ Kompas, 22 Des. 2008)

Rumah Sehat, Ventilasi dan Pencahayaan Baik

Rumah Sehat, Ventilasi dan Pencahayaan Baik

Rumah yang sehat adalah idaman semua orang. Rumah tak cukup rapid an bersih, tetapi bisa memberi rasa nyaman. Hal itu antara lain dapat diperoleh dengan sirkulasi udara atau ventilasi dan pencahayaan yang baik.

Ventilasi rumah mempunyai banyak fungsi. Fungsi pertama adalah menjaga agar aliran udara di dalam rumah tersebut tetap segar. Hal ini berarti keseimbangan oksigen yang diperlukan oleh penghuni rumah tersebut tetap terjaga. Kurangnya ventilasi akan menyebabkan kurangnya oksigen di dalam rumah yang berarti kadar karbondioksida yang bersifat racun bagi penghuninya menjadi meningkat.

Fungsi kedua adalah membebaskan udara ruangan dari bakteri-bakteri, terutama bakteri pathogen yang cenderung hidup dan berkembang dalam ruangan dengan dengan tingkat kelembapan tinggi. Dengan sirkulasi yang baik, bakteri akan terbawa oleh udara akan selalu mengalir.

Rumah yang sehat juga memerlukan cahaya yang cukup, tidak kurang dan tidak terlalu banyak. Kurangnya cahaya yang masuk ke dalam rumah, terutama cahaya matahari di samping kurang nyaman, juga merupakan media atau tempat yang baik untuk hidup dan berkembangnya bibit-bibit penyakit. Sebaliknya terlalu banyak cahaya di dalam rumah akan menyebaban silau dan akhirnya dapat merusakkan mata.

Cahaya yang terdapat dalam rumah sehat bisa digolongkan menjadi dua, yaitu cahaya alami (cahaya matahari) dan cahaya buatan. Cahaya matahari bisa masuk ke dalam rumah melalui jendela. Jadi jendela juga memegang peran penting dalam hal ini.

Dengan membuat jendela, sebaiknya memperhitungkan sinar matahari dapat langsung masuk ke dalam ruangan. Fungsi jendela di dini di samping sebagai ventilasi juga sebagai jalan masuk cahaya.

Lokasi penempatan jendela pun harus diperhatikan agar sinar matahari lama menyinari lantai (bukan menyinari dinding). Maka sebaiknya jendela itu harus di tengah-tengah tinggi dinding.

Selain kedua hal dasar tadi, ada beberapa faktor pendukung lain yang juga penting untuk menunjang terciptanya rumah sehat. Beberapa faktor tersebut antara lain, faktor lingkungan tempat tinggal yang juga sehat dan kondusif dan faktor tersedianya system pembuangan kotoran, baik sampah, air kotor maupun limbah kamar mandi, yang baik pula. (OCH/ Klasika/ Kompas, 27 Sept. 2008)

Krisis Ekonomi Mesti Menguntungkan

Krisis ekonomi ibarat pedang bermata dua. Ada yang memandangnya dengan pesimis dan kecil hati. Tetapi ada pula yang memandang krisis itu dengan mata berbinar-binar karena dapat melihat peluang amat besar di seberang matanya.

Kaum pesimis akan berhemat habis-habisan. Semua perjalanan dipotong, tidak ada pembelian pakaian baru, anggaran makan di restoran dipotong hingga 70 persen, karyawan yang tidak produktif diminta berhenti dan sebagainya.

Sebaliknya orang-orang optimis selalu happy justru ketika krisis berkecamuk. Mereka merasa krisis membuat pikiran amat terang, kreativitas bangkit, inovasi bergelora, dan akal yang dulu hanya 10 kini menjadi 200. Maka dengan tipikal itu, ia selalu melihat ada peluang seluas samudra terbentang di seberang matanya. Peluang itu akan ia rebut untuk menggelembungkan keuntungan perusahaannya. Ia tidak akan asal pangkas semua anggaran belanjanya. “Berhati-hati” mengeluarkan dana memang penting, tetapi tidak perlu lalu membuat dunia seperti kiamat.

Seorang di antara orang-orang yang selalu optimis itu adalah Grup Lippo James Riady. “Ekonomi akan berjalan perlahan iya, tetapi yakinlah itu cuma sebentar. Mengapa? Sebab, semua orang pasti akan mati-matian bangkit. Segenap kekuatan akan dikerahkan untuk survive. Ekonomi pasti segera bergelora,” kata James di Jakarta pecan lalu. Maka kata James, ada baiknya kita cham siong (diskusi dengan rileks). Kita persiapkan diri sebaik-baiknya bahwa tahun depan ekomomi akan berjalan perlahan. Kita pun realistis bank sulit kucurkan dana karena banyak pertimbangan. Kalau berangkat dari kesadaran itu dunia usaha justru akan lebih percaya diri untuk bertarung meraih cuan (untung). “Ayolah kita harus yakin,” seru James.

Wakil Presiden Jusuf Kalla juga sangat optimistis. Bahwa ekonomi nasional akan melambat iya, tetapi justru ketika gerbong ekonomi bergerak lamban itulah para pebisnis atau saudagar yang jeli akan mudah meraih kesempatan emas. “Hati-hati dan konsolidasi memang penting, tetapi jangan takut,” kata Jusuf Kalla pekan lalu. Indonesia memiliki pasar domestic amat luas, penduduk 240 juta jiwa. Kalau anda mampu mengeluarkan produk bermutu, andalah pemenangnya.

Contoh riil dari kepandaian meraih peluang ditunjukkan oleh seorang pengusaha Indonesia sekian tahun lalu. Pengusaha ini datang ke sebuah kota bisnis dunia bersama putranya yang cemerlang. kepada sang putra, usahawan itu mengatakan bahwa untuk memilliki usaha kelas dunia, mereka mesti memiliki kantor di luar negeri, dan gedung kantor itu harus dalam status dimiliki. Mereka berdua berjalan ke sebuah lokasi strategis, dan tiba-tiba pengusaha tersebut menunjuk ke sebuah gedung megah, ia meminta anaknya membeli gedung tersebut.

Tergagap-gagap sang anak mendengar perintah ayahnya. Ia menyatakan, membeli gedung ini oke-oke saja, tetapi uangnya dari mana? Sekadar diketahui, harga tanah per meter persegi di kota itu amat mahal. Lebih kurang sepuluh kali lipat harga tanah di lokasi premium Jakarta. Ayahnya menyatakan, seorang usahan harus yakin mampu melakukannya. Ia kemudian menggamit putranya menemui seorang usahawan besar di kota bisnis dunia itu dan (hebatnya) memperoleh pinjaman satu miliar dolas AS.

Dengan uang itu mereka membeli gedung megah tersebut, dan yang penting menabalkan namanya di puncak gedung. Jika kini dihitung-hitung, nilai gedung sudah jauh di atas harga beli dua puluhan tahun silam. Mereka meraih laba yang amat besar, termasuk reputasi perusahaan. Kini grup usaha ini mempunyai perusahaan raksasa di kota tersebut.

Ini hanyalah sebuah contoh bahwa di tengah kesulitan, selalu ada peluang.

Kini dunia property nasional terguncang-guncang oleh krisis yang diakibatkan oleh sakit kerasnya ekonomi Amerika Serikat. Banyak pemain property konsolidasi, bekerja sangat efisien dan penuh kecermatan. Itu memang langkah bijaksana. Akan tetapi lebih bijaksana lagi kalau mampu keluar dari kotak krisis itu, dan dengan pikiran cemerlang, menyambar semua peluang yang terbuka lebar. Krisis ekonomi selalu memberi peluang untuk menjadi usahawan besar. (Abun Sanda/Kompas, 18 Desember 2008)

PROPERTI: KEMBALI KE FORMULA FOKUS DAN TEKUN

Kembali ke Formula Fokus dan Tekun

Ada hal menarik dari pengembang senior Trihatma Kusuma Haliman. Chief Excecutif Officer Agung Podomoro ini sangat fokus  pada bisnisnya. Ia tidak tertarik merambah ke bisnis lain, misalnya perbankan, industri, ritel atau media massa. Ia pun belum tertarik melebarkan sayap bisnis propertinya ke luar negeri.

Dalam banyak percakapan dengan Trihatma, diperoleh kesan bahwa pria berusi 53 tahun ini benar-benar berkonsenterasi di bisnis properti. Ia mengikuti rapat-rapat ekspose dan pertanggungjawaban proyek. Ia pun tidak sekedar mengarahkan bagaimana sebuah pekerjaan fisik bangunan dikerjakan, tetapi ia turun langsung melihat pekerjaan fisik dan perampungan proyek.

Suatu ketika saya bertanya, kalau tidak ingin merambah ke bisnis lain, baiklah. Akan tetapi mengapa tidak melebarkan sayap usaha ke luar negeri di era serba global ini? Mengapa tidak mencoba berkompetisi dengan pebisnis kelas dunia lainnya di China, Korea Selatan, India atau Indochina?

Jawaban Trihatma sangat menarik. Ia menyatakan, masalahnya bukan soal tertarik atau tidak tertarik. Akan tetapi ia selalu merasa bahwa Indonesia memiliki pasar yang amat luas, yang tiada habisnya digali.

Argumentasi lain, sebut Trihatma, ia lahir dan besaar di Indonesia. Akarnya ada di sini. Ibarat pohon, ia sudah menjadi pohon besar dengan akar yang masuk jauh menyelusup ke perut bumi. Kalau pohon ini dicabut kemudian dipindahkan, harapan untuk tumbuh dan berkembang sangat tipis.

Fokus pada bidang bisnis yang dikuasai juga dilakukan banyak pemain property lain. Grup Pakuwon misalnya, berkonsentrasi penuh pada bisnis yang mereka embank sejak tiga dasawarsa lalu. Pemimpin grup besar yang meraksasa di Surabaya dan Jakarta ini, Alex Tedja sangat fokus pada bisnis yang ia kerjaka. Pilihan inilah yang membuat ia menjadi salah satu pengembang terbaik di Asia Tenggara untuk pusat perbelanjaan. Sejumlah pusat perbelanjaan yang Alex bangun menjadi tonggak, di antaranya Tunjungan Plaza, Royal Plaza, Pakuwon Trade Center dan Supermal (Surabaya). Di Jakarta, proyeknya antara lain Blok M Plaza, dan yang tengah dibangun dua megaproyek, masing-masing di Gandaria dan Cassablanca.

Alex, seperti halnya Trihatma, tipikal pebisnis yang menghindari panggung. Ia bergaul sangat baik dengan kalangan pers, tetapi ia terkesan lebih suka kalau eksekutifnya yang berbicara kepada public. Padahal usahawan ini disukai pelbagai kalangan   karena mempunyai pandangan jauh ke depan. Banyak kalangan ingin mendengar pendapatnya, terutama dalam hal kiat bisnis dan cara menyiasati krisis ekonomi. “Saya suka berbicara dengan dia. Pandangannya jauh ke depan, dan sangat focus. Ia tidak merambah ke bisnis yang tidak ia sukai,” ujar advokat dan analis hokum ekonomi Harry Ponto di Jakarta baru-baru ini.

Fokus pada bidang bisnis properti di dalam negeri tidak membuat Alex Tedja dan Trihatma menutup mata dari kemajuan property di luar negeri. Kedua pengembang senior ini justru sangat sering melakukan perjalanan ke luar negeri untuk melihat perkembangan dunia property. Mereka datang ke negara-negara yang menekankan kreativitas, inovasi dan pikiran-pikiran jernih. Misalnya ke Amerika Serikat, Jepang, China, Perancis, Uni Emirat Arab dan Qatar.

Dari banyak perjalanan itu, mereka memperoleh perbandingan, melihat sisi lain dari pengembang dunia, dan memperoleh energi baru yang membuat pikiran mereka selalu jernih.

Trihatma mengatakan, Dubai di UEA menjadi refleksi luar biasa atas majunya negara-negara Arab. Dubai tidak hanya mampu membangun banyak gedung dengan arsitekrut terbaik, tetapi memindahkan ibukota arsitektur dunia dari Eropa ke Dubai. Para arsitek dan kontraktor terbaik dunia baru merasa “berprestasi” kalau sudah berlabuh di kota tersebut. Dubai satu-satunya kota di dunia yang tanpa hiruk pikuk membangun begitu banyak proyek super spektakuler, misalnya Pulau Palem, gedung tertinggi dunia, mal terbesar di dunia. Semua yang serba kelas dunia ada di kota berpenduduk satu setengah juta jiwa itu.

Indonesia mempunyai potensi besar untuk memiliki  banyak proyek bermutu sebagaimana tampak di Dubai, Qatar, Tokyo atau San Fransisco. Oleh karena itulah banyak pengembang yang berkonsentrasi di Indonesia sambil terus meningkatkan kemampuan. Kompetisi bisnis property di dalam negeri kini makin keras, acap melewati tebing curam dan dalam.

Dalam kondisi krisis ekonomibseperti sekarang, bekerja sangat efisien serta focus pada bisnis inti sungguh merupakan hal yang tidak bisa ditawar-tawar. (Abun Sanda/ Kolom Properti/ Kompas/9/1/2009).

RUMAH BERMOTIF BUNGA

RUMAH BERBUNGA-BUNGA

Motif bunga banyak digunakan di dalam rumah yang bernuansa klasik. Kebanyakan digunakan dengan tujuan untuk menghias rumah agar berkesan segar. Motif ini pun dapat diaplikasikan di berbagai elemen desain, antara lain pada furniture, dinding, atau memberi aksen lewat pernak-pernik dalam ruangan.

Interior dengan motif bunga dapat menghadirkan suasana natural di dalam rumah dan menjadi salah satu alternative untuk mendekatkan diri dengan unsure alam.

Tak salah jika ruangan interior motif bunga kerap membangkitkan mood yang bagus dan nyaman bagi siapapun saat berlama-lama berada di dalamnya.

Pada dasarnya motif bunga cocok digunakan di ruangan mana saja, baik luas maupun sempit. Dibutuhkan kreativitas anda untuk memadupadankan motif bunga ini dengan luas dan tema ruangan anda.

Apabila motif bunga yang dipilih besar – misalnya untuk sarung furnitur – sebaiknya anda meletakkannya di ruangan atau sudut yang cukup luas. Sebaliknya, apabila motif bunga yang anda pilih kecil, peletakannya bisa lebih fleksibel.

Perhatikan pula padu padan antara pola, bentuk, warna, maupun jenis material yang akan digunakan demi menjaga harmonisasi desain. Hindari menggunakan terlalu banyak jenis motif bunga, karena akan membuat ruang tampak ramai dan tidak selaras lagi.

Motif bunga juga cocok untuk memberi aksen, khususnya pada ruangan yang polos atau menggunakan warna netral. Karena motif bunga cenderung bersifat mendominasi, maka pernak-pernik dengan motif tersebut sudah mampu memberi kesegaran di dalam ruangan.

Selain melaraskan tema, warna dari pernak-pernik motif bunga dan elemen lain dalam ruangan harus senada. Semata-mata untuk menciptakan keindahan dan kenyamanan bagi mata.

Sebaiknya, pemilik rumah pandai memadupadankan warna dan motif, sehingga menjadi penting untuk memperhatikan unsur komposisi bentuk dan kedinamisannya dengan elemen interior yang lain. Tak ada yang melarang motif bunga dipadukan dengan unsur garis-garis, misalnya. Asalkan, keselarasan dan harmonisasinya tetap terjaga. (OCH/Klasika/Kompas/28/10/2008)

Saat Memilih Rumah, Jangan Abaikan Faktor Lokasi (2)

Saat Memilih Rumah, Jangan Abaikan Faktor Lokasi (2)

Pertimbangan Pemilihan Lokasi
Agar Anda tidak bingung dalam menentukan lokasi rumah yang cocok dan pas untuk Anda, berikut ini beberapa pertimbangan yang dapat digunakan.
1. Nilai rumah
Fungsi rumah yang tercermin dari lokasi akan berefek pada harga jual. Semakin banyak fungsi rumah maka harganya semakin tinggi. Pertimbangan di sini adalah apakah harganya sudah mencerminkan nilai dan manfaat yang akan Anda peroleh. Alangkah sayangnya kalau Anda membeli rumah di lokasi dengan berbagai fasilitas tetapi Anda menghabiskan seluruh waktu di tempat kerja. Atau rumah yang Anda beli mahal, hanya ditempati sekali sebulan atau pada akhir pekan saja.
2. Fasilitas pendidikan (sekolah)
Mempunyai anak atau tidak, Anda perlu peduli tentang masalah ini. Pasalnya, umumnya orang tua akan peduli masalah ini dan mereka memberi penghargaan pada kualitas sekolahan. Fasilitas sekolah harus dekat dengan tempat tinggal Anda. Jangan sampai putera-puteri Anda capai di jalan sehingga tidak bisa berkonsentrasi belajar.
Selain itu, penghargaan atas mutu sekolah akan mempunyai dampak langsung pada nilai properti di sekitar sekolahan tersebut. Maka tidak heran kalau banyak pengembang membangun sendiri fasilitas pendidikan, atau bekerjasama dengan pengelola sekolahan swasta. Para pengembang menilai bahwa sebuah sekolahan di sebuah kawasan atau kompleks perumahan dapat menarik minat pembeli.
3. Feng Shui rumah
Dalam membeli rumah, tidak ada kata terlalu hati-hati. Sedapat mungkin hindari atau kurangi risiko salah pilih. Salah satu caranya adalah dengan mempertimbangkan hal yang bersifat tradisional dan kurang konvensional, seperti Feng Shui. Anda boleh tidak percaya pada Feng Shui, tetapi sebagai pembeli Anda perlu peduli. Pasalnya, mereka yang percaya pada Feng Shui akan menentukan jumlah permintaan dan penawaran. Bila rumah Anda memenuhi kaidah Feng Shui, maka tidak heran bila ketika menjual kembali pasti sudah banyak orang yang menaksir rumah Anda.
4. Aspek perpajakan
Transaksi tanah atau bangunan merupakan obyek pajak. Selanjutnya sebagai pemilik tanah dan bangunan Anda akan dikenai Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Oleh karena itu pertimbangkan aspek perpajakan untuk mengetahui berapa besar pengeluaraan tambahan Anda baik pada saat membeli maupun untuk membayar pajak setiap tahunnya (PBB).

5. Perkembangan masa depan
Sebelum membeli, ada baiknya Anda mengetahui pola perkembangan baru atau renovasi besar yang akan atau sedang dilakukan di wilayah lokasi rumah tersebut. Hal ini untuk memprediksi pembangunan apa yang akan dilakukan di sekitar lingkungan lokasi rumah Anda. Untuk itu Anda dapat mengecek ke Dinas Tata Ruang Kota atau pejabat lain yang berwenang.

6. Resiko bencana
Apakah lingkungan lokasi rumah yang akan dibeli mudah terserang bencana banjir, kebakaran, atau tanah longsor? Jika rumah Anda masuk ke dalam lokasi yang rawan akan bencana, lebih baik Anda mengurungkan niat Anda untuk membeli rumah itu. Memang Anda dapat mengasuraikan rumah Anda untuk melindungi secara finansial dari bencana ini. Namun, Anda juga harus mempertimbangkan bagaimana mengatasi bencana secara emosional. Asuransi hanya meringankan penderitaan finansial dari kehilangan rumah, tetapi bagaimana meringankan perasaan Anda?
7. Tingkat hunian
Bila Anda membeli rumah yang lokasinya di dalam perumahan, perhatikan apakah semua rumah sudah terisi semua atau belum. Bila rumah-rumah di lokasi itu banyak yang kosong, harap Anda waspada. Bisa jadi kekosongan rumah terjadi karena lingkungannya kurang bagus atau karena ada potensi resiko tertentu. Maka, setidaknya pilihlah lokasi yang tingkat huniannya diatas 50%.
Semua pertimbangan diberikan agar Anda tidak salah langkah. Namun, semua pilihan lokasi diserahkan kepada Anda.(Jaka Eko Cahyono-Wartawan dan penulis buku/http://www.tabloidrumah.com)

Dapatkan artikel ini di URL:
http://www.kompas. com/read/xml/2008/11/04/16203860/saat.memilih.rumah.jangan.abaikan.faktor.lokasi.2